pivot62.com – Penyakit kardiovaskular dapat mempengaruhi siapa saja, tanpa memandang batasan usia, mencakup berbagai kondisi seperti gangguan irama jantung, masalah pada pembulah darah koroner, cacat jantung bawaan, dan kelainan pada katup jantung.
Mengadopsi gaya hidup yang sehat dan melakukan deteksi dini merupakan langkah krusial dalam mengelola risiko penyakit jantung. Deteksi dini sangat disarankan, terutama bagi individu yang berusia di atas 40 tahun atau mereka yang berada dalam kelompok berisiko tinggi seperti penderita hipertensi atau diabetes.
Prof. Dr. Dra. Dumilah Ayuningtyas MARS, Guru Besar Tetap di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia, menekankan pentingnya memprioritaskan penyakit jantung sebagai isu kesehatan global mengingat penyakit ini merupakan penyebab utama kematian di seluruh dunia.
“Deteksi dini selalu lebih baik daripada terlambat. Berdasarkan data dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), penyakit jantung adalah penyebab kematian nomor satu di dunia, dengan angka lebih dari 17 juta kematian, tepatnya 17,9 juta per tahun,” ujar Dumilah Ayuningtyas dalam sebuah sesi di kanal YouTube Obrolan Seputar Jantung (OJAN) Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, sebagaimana dikutip pada Senin (24/6/2024).
Ia menambahkan bahwa sekitar sepertiga dari kematian akibat penyakit jantung terjadi pada orang-orang yang masih berada dalam usia produktif, yaitu di bawah 70 tahun, sebuah fakta yang membutuhkan perhatian serius dari semua segmen masyarakat.
Untuk mendeteksi penyakit jantung, berbagai metode diagnostik dapat digunakan, termasuk tes laboratorium, echocardiography (USG Jantung), pemeriksaan rontgen, pemeriksaan vaskular, MRI jantung, pemantauan Holter, treadmill test, dan elektrokardiografi (EKG).
“Kami menyarankan masyarakat untuk secara aktif melakukan deteksi dini penyakit jantung dengan memanfaatkan pemeriksaan kesehatan rutin di fasilitas kesehatan primer seperti rumah sakit, klinik, atau dokter umum,” tutur Dumilah Ayuningtyas, menggarisbawahi pentingnya pencegahan dan pengelolaan aktif penyakit jantung.